Kamis, 26 Mei 2016

Mengenal Prinsip Kerja Diesel Common Rail



Description: https://blognyamitra.files.wordpress.com/2012/01/mesin-diesel-common-rail.jpg?w=480&h=320
Common Rail Volvo

Setelah kemaren membahas si kecil caberawit EcoBoost, sekarang marilah kita membahas tentang diesel common rail, common rail termasuk mesin diesel generasi terkini, dibanding mesin diesel lama, diesel common rail terkenal dengan cc yang lebih kecil tapi bisa menghasilkan tenaga dan torsi yang jauh lebih besar. contohnya captiva yang hanya 2000 cc bisa menghasilkan tenaga maksimum 160 dk/3.800 rpm dan torsi 360/2.000 rpm dahsyaaat bro, bandingkan dengan diesel non common rail seperti panther yang 2500cc Tenaga maksimum hanya 74 hp/ 3500 rpm dan Torsi maksimum = 191 nm / 2000 rpm.
Berdasarkan jenisnya diesel common rail termasuk direct injection, dimana bahan bakar langsung disemprotkan ke piston
 :D. Berbeda dengan mesin bensin, pada mesin diesel, pembakaran dipicu oleh udara yang dimampatkan atau dikompresi di dalam silinder. Akibat pemampatan itu, tekanan udara dan suhunya menjadi sangat tinggi, dan mencapai titik bakar solar, begitu solar disemprotkan ke udara itu,wuzz langsung terbakar :evil:. Dengan cara ini, mesin diesel tidak memerlukan sistem busi sebagai pemantik api .
Description: http://t0.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcRqO0hF9fpiqg-kHo1Ykr3Xx43CjU-S_RpJZ-n-qK-FtJE3aFnh
                                                                       Diesel Common Rail Toyota Fortuner                                                                      

Perbedaan utama comon rail dengan type diesel yang lama, adalah sistem sistem common rail ini digabungkan dengan sistem injeksinya yang dikontrol secara elektronik, sedangkan type diesel yang lama injektor membuka karena tekanan bahan bakar, tetapi pada common rail yang membuka injektor adalah arus dari ECU. kuantitas bahan bakar dan putaran mesin di atur secara terpisah oleh control modul (ECU) biasanya control modul yang di gunakan adalah biasanya type 32-bit sehingga proses data berlangsung dengan cepat.
Description: http://t1.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcS8JW4w2MSPs64-8m0nn40ZFaLs1SgdeL9PhkCY9xYwspFlw9cm7g
Sistem Common Rail Secara Simpel





Description: https://i1.wp.com/www.bmw.com.cn/cn/zh/insights/technology/technology_guide/articles/_shared/img/common_rail_fuel_injection.jpg
Instalasi Common Rail

injektor yang bertugas menyemprotkan bahan bakar di gerakkan oleh arus listrik, dimana arus tersebut di berikan oleh ECU yang mendapat signal dari sensor-sensor di mesin,jadi prinsip kerja injektornya hampir sama dengan injektor mobil bensin. Sedangkan tekanan bahan bakar yang dipompa oleh pompa, ditampung dahulu dalam common railnya. sehingga pada semua kondisi diharapkan sama tekananya.
Sekarang, yaitu common rail generasi ke-3, Pump pada mesin diesel common rail dalam keadaan langsam tekanannya sudah 200-300 bar, sedangkan waktu beban yang berat seperti di Toyota tekananya mencapai 1400 bar, di Mitsubishi sudah mencapai 1600 bar, semakin tinggi tekanan diharapkan kabut bahan bakar yang dihasilkan menjadi lebih baik.
Description: https://i0.wp.com/globaldensoproducts.com/wp-content/uploads/dieselsystem.jpg
Diesel Common Rail plus Turbo Geometry :D


Penyumbang kenaikan tenaga common rail juga karena diaplikasikannya teknologi turbo geometry,walhasil tenaga common railpun semakain melejit
Sementara untuk segi perawatannya diesel common rail juga jauh lebih mudah dibanding mesin konvensional. karena sistemnya sudah menggunakan sensor jadi jauh lebih mudah dengan konvesional yang masih manual.
Hampir semua mobil diesel modern sudah menggunakan common rail (kecuali isuzu panther
 :evil: ), seperti toyota fortuner, mitsubishi PajeroSport, chevrolet captiva dan lain-lain
Kekurangan dari mesin diesel common rail adalah mesin ini termasuk peka dengan kualitas bahan bakar, jadi pastikan menggunakan bahan bakar yang berkualitas baik yaaa .

CARA KERJA TRANMISI

Prinsip Kerja Motor Hidrolik Beserta
Macam-macamnya
Motor hidrolik adalah sebuah aktuator mekanik yang mengkonversi aliran dan tekanan hidrolik
menjadi torsi atau tenaga putaran. Alat ini menjadi satu bagian dari sebuah sistem hidrolik selain
silinder hidrolik. Motor hidrolik berkebalikan fungsi dengan pompa hidrolik. Jika pompa
hidrolik berfungsi untuk menghasilkan tekanan dan aliran tertentu pada suatu sistem hidrolik,
maka motor hidrolik bertugas mengkonversi kembali tekanan hidrolik menjadi tenaga putar.
Motor hidrolik dapat berkerja pada dua arah putaran motor sesuai dengan kebutuhan
penggunaan.
Untuk lebih jelas memahami proses kerjanya, labih baik kita bahas pada masing-masing jenis
motor hidrolik:
1. Hydraulic Gear Motor
Prinsip Kerja Hydraulic Gear Motor
Motor hidrolik ini menggunakan dua buah roda gigi yang berputar di dalam casing. Satu roda
gigi sebagai driven gear dan lainnya berupa idler gear. Poros dari driven gear berhubungan
dengan alat yang digerakkan. Dan poros dari idler gear hanya mengikuti berputar saja. Fluida
hidrolik bertekanan masuk melalui sisi inlet, mengalir ke masing-masing sisi roda gigi dan
menggerakkannya, sehingga timbul torsi yang digunakan oleh proses selanjutnya.
2. Hydraulic Vane Motor
Prinsip Kerja Hydraulic Vane Motor
Motor hidrolik jenis ini menggunakan sebuah roda dengan beberapa vane/plat yang
terpasang. Vaneini dapat bergerak menyesuaikan perubahan posisinya yang kontak
dengan casing motor. Fluida hidrolik masuk ke sisi inlet dan menimbulkan perbedaan tekanan
antara sisi inlet dan outlet sehingga memutar rotor dan menghasilkan torsi.
3. Gerotor Hydraulic Motor
Prinsip Kerja Gerotor Hydraulic Motor
Motor hidrolik jenis ini terdiri atas dua rotor di dalam casing motor. Yang satu berupa roda gigi
yang berputar di dalam roda gigi yang lain. Keduanya memiliki sumbu putar yang tidak pada
satu titik. Fluida hidrolik bertekanan masuk melalui sisi inlet, memutar kedua roda gigi sehingga
tercipta perbedaan tekanan dan menciptakan putaran pada sumbu roda gigi driven.
4. Axial Plunger Hydraulic Motor
Axial Plunger Hydraulic Motor
Motor hidrolik jenis ini menggunakan beberapa buah piston yang terpasang secara aksial
mengelilingi poros motor. Pada ujung yang satu terdapat plat yang miring sehingga membuat
piston memiliki ruang yang bervariasi pada saat berputar. Fluida hidrolik masuk melalui sisi
inlet yang berada pada piston dengan volume ruangan kecil, dan tekanan pada fluida serta plat
miring pada motor menghasilkan energi putar pada poros.
5. Radial Piston Hydraulic Motor
Radial Piston Hydraulic Motor
Motor hidrolik tipe ini menghasilkan torsi besar. Tersusun atas beberapa piston yang terpasang
secara radial (tegak lurus terhadap sumbu putar) dan didesain memiliki ruang piston yang
bervariasi saat berputar. Motor hidrolik jenis ini selain menghasilkan torsi yang besar, juga
menghasilkan power besar, dan torsi yang relatif konstan.